Retail
No Result
View All Result
Minggu, Juni 14, 2026
  • Login
  • BERANDA
  • ISTANA
  • LEMBAGA TINGGI
  • JAGA INDONESIA
  • KEMENTERIAN
Publikasi Pemerintah Untuk Masyarakat
No Result
View All Result

Antisipasi Embargo, DPR Minta Pemerintah Kembangkan Vaksin Dalam Negeri

by admin
29 Maret 2021
in Dpr.go.id
2 0
0
Antisipasi Embargo, DPR Minta Pemerintah Kembangkan Vaksin Dalam Negeri

YOU MAY ALSO LIKE

DPR Sahkan RUU ASN Jadi Undang-Undang

Revisi UU IKN Resmi Disahkan di Rapat Paripurna DPR

DPR Resmi Sahkan RUU Kesehatan Jadi Undang-Undang

DPR Terima Usulan Biaya Kuota Tambahan Haji Reguler Rp 288 Miliar

Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena. Foto: Jaka/nvl

 

Baru-baru ini, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin mengungkap adanya embargo vaksin Covid-19 yang dilakukan sejumlah negara. Menanggapi hal itu, Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena meminta  pemerintah untuk fokus mengembangkan vaksin dalam negeri sebagai langkah antisipasi.

 

“Pemerintah mesti sungguh-sungguh memikirkan alternatif yang sama sekali tidak ada intervensi pihak asing adalah mulai memikirkan produksi vaksin dalam negeri,” ujar Melki, sapaan akrabnya, melalui rilis yang diterima Parlementaria, baru baru ini. Menurutnya, untuk memenuhi kebutuhan vaksin, pemerintah perlu fokus pada percepatan penelitian dan produksi vaksin dalam negeri yaitu, Vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih. 

 

“Percepatan penelitian dan peoduksi vaksin dalam negeri harus menjadi konsentrasi pemerintah. Pasalnya, Ini alternatif yang paling mungkin untuk pemerintah seriusin, sehingga dengan fokus kepada pengembangan vaksin dalam negeri kita bisa menjawab kebutuhan dan situasi dalam negeri terkait kebutuhan vaksin,” tegas Melki.

 

Selain pelaksanaan vaksinasi, politisi Partai Golkar itu mengimbau masyarakat tetap taat pada protokol kesehatan. “Pemerintah juga perlu memperluas cakupan penerapan PPKM untuk dijadikan kebiasaan baru dengan tetap mensosialisasikan 5M dan melaksanakan 3T,” pesan legislator dapil Nusa Tenggara Timur II itu.

 

Sebelumnya, Menkes Budi Gunadi Sadikin mengatakan ada potensi kendala dalam percepatan vaksinasi ke depan. Kendala tersebut yakni terkait adanya embargo vaksin Covid-19 yang dilakukan sejumlah negara.

 

“Ada catatan yang kami sampaikan juga ke Presiden, karena terjadi lonjakan kasus di beberapa negara termasuk di India sehingga mulai terjadi embargo vaksin dan bisa mengganggu ketersediaan vaksin dalam beberapa bulan ke depan. Terutama yang berasal dari negara-negara yang melakukan embargo, sehingga kita perlu berhati-hati mengatur laju penyuntikan vaksin agar tidak terjadi kekosongan vaksin nantinya,” jelasnya. (rnm/sf)

Tags: DEWAN PERWAKILAN RAKYATREPUBLIK INDONESIA
Share2Tweet1SendShareShare

Pencarian

No Result
View All Result
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Citizen Journalism

© 2020 - © Copyright humasRI Team All Rights Reserved .

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • ISTANA
  • LEMBAGA TINGGI
  • JAGA INDONESIA
  • KEMENTERIAN

© 2020 - © Copyright humasRI Team All Rights Reserved .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?