Retail
No Result
View All Result
Jumat, Januari 16, 2026
  • Login
  • BERANDA
  • ISTANA
  • LEMBAGA TINGGI
  • JAGA INDONESIA
  • KEMENTERIAN
Publikasi Pemerintah Untuk Masyarakat
No Result
View All Result

BAKN Gali Masukan Pemanfaatan DAK di Jateng

by admin
26 Maret 2021
in Dpr.go.id
5 0
0
BAKN Gali Masukan Pemanfaatan DAK di Jateng

YOU MAY ALSO LIKE

DPR Sahkan RUU ASN Jadi Undang-Undang

Revisi UU IKN Resmi Disahkan di Rapat Paripurna DPR

DPR Resmi Sahkan RUU Kesehatan Jadi Undang-Undang

DPR Terima Usulan Biaya Kuota Tambahan Haji Reguler Rp 288 Miliar

25-03-2021 / B.A.K.N.

Wakil Ketua BAKN Hendrawan Supratikno saat pertemuan dengan BPK Jateng di Semarang, Selasa (23/3/2021). Foto: Eno/Man

 

Badan Akuntabilitas Keuangan Negara (BAKN) menjaring masukan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Jawa Tengah terkait pemanfaatan Dana Alokasi Khusus (DAK) di Jateng. Menurut Wakil Ketua BAKN Hendrawan Supratikno DAK merupakan salah satu transfer daerah untuk membantu pemerintah daerah melakukan program pembangunan untuk meningkatkan kesejahteraan rakyat yang sesuai dengan prioritas pemerintah pusat.

 

“Itu berarti DAK ini yang dari tahun ke tahun semakin besar, Kalau ini efektifitasnya meningkat maka kesejahteraan rakyat juga akan meningkat. Itu yang menjadi tujuan kami untuk menelaah DAK ini,” ujar Hendrawan usai usai pertemuan dengan BPK Jateng di Semarang, Selasa (23/3/2021).

 

Politisi Fraksi PDI-Perjuangan ini mengapresiasi paparan yang disampaikan BPK Jateng yang dinilai sudah sangat lengkap dan komprehensif. Sehingga akan memudahkan BAKN dalam melakukan telaah terhadal DAK.

 

“Jadi kami menyampaikan terima kasih kepada BPK Jateng. Mudah-mudahan apa yang kita kerjakan bersama ini betul-betul nanti memiliki nilai tambah untuk kinerja pemerintah daerah,” ujar politisi dapil Jateng X itu.

 

Dalam kunjungan tersebut, Hendrawan juga mendukung agar BPK menggunakan kata-kata yang lebih jelas, tegas dan juga lugas. Ia mencontohkan, kata ‘memeriksa’ maknanya lebih keras dibandingkan dengan kata ‘mengawasi atau memantau’. Jika bahasanya diperhalus, maka akan terkesan tidak tegas dalam memberikan rekomendasi.

 

“Ini yang penting, sampai WTP pun di BPK diplesetkan menjadi ‘Wajar Tanpa Pengawasan’. Itu sebabnya kami ingin meminta BPK menjalankan tugasnya lebih baik lagi. Temuan-temuannya lebih jelas, bahasa yang digunakan untuk rekomendasi, untuk menyimpulkan itu harus lebih lugas,” pungkas Hendrawan. (eno/es)

Tags: DEWAN PERWAKILAN RAKYATREPUBLIK INDONESIA
Share6Tweet4SendShareShare1

Pencarian

No Result
View All Result
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Citizen Journalism

© 2020 - © Copyright humasRI Team All Rights Reserved .

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • ISTANA
  • LEMBAGA TINGGI
  • JAGA INDONESIA
  • KEMENTERIAN

© 2020 - © Copyright humasRI Team All Rights Reserved .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?