Jakarta — Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman membawa kabar melegakan terkait ketahanan pangan nasional. Dalam rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI, Rabu (8/4/2026), Amran memastikan cadangan beras pemerintah (CBP) mencapai angka 4,6 juta ton. Angka ini merupakan posisi tertinggi sepanjang sejarah pengelolaan stok pangan Indonesia.
“Cadangan beras per tadi pagi, 7 April 2026, mencapai 4,6 juta ton. Ini adalah yang tertinggi sepanjang sejarah,” ujar Amran yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Pangan Nasional (Kabapanas).
Kesiapan stok yang melimpah ini diproyeksikan mampu memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia selama 10 hingga 11 bulan ke depan. Keberadaan cadangan ini menjadi sangat vital mengingat adanya ancaman fenomena El Nino yang diperkirakan berlangsung selama enam bulan ke depan, serta ketidakpastian geopolitik di Timur Tengah.
Pemerintah menilai kondisi ini menempatkan sektor pangan sebagai prioritas utama dalam menjaga kedaulatan nasional. “Pangan bukan sekadar kebutuhan dasar, melainkan isu strategis yang menentukan hidup dan mati suatu bangsa,” tegas Mentan Amran.
Di tengah laporan FAO yang menyebutkan ratusan juta penduduk dunia terancam kelaparan akibat konflik dan perubahan iklim, Indonesia justru memperkuat posisinya. Langkah mitigasi menyeluruh telah disiapkan pemerintah untuk menjaga produktivitas pertanian di dalam negeri agar tetap stabil.
Dengan ketersediaan stok yang sangat kuat, Indonesia optimis dapat menjaga stabilitas harga dan pasokan di pasar, sekaligus memastikan masa depan bangsa tetap aman dari ancaman krisis pangan dunia yang kian nyata.
