Jakarta – Pemerintah Republik Indonesia melalui Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menjalin kolaborasi strategis dengan Pemerintah India untuk melestarikan warisan budaya dunia melalui program konservasi dan restorasi Candi Perwara di Kompleks Candi Prambanan, Yogyakarta. Inisiatif bertajuk Indonesia India Collaborative Culture Heritage Conservation ini menjadi salah satu pilar penting dalam penguatan Kemitraan Strategis Komprehensif antara kedua negara yang ditegaskan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri India, Narendra Modi.
Program kolaborasi jangka panjang selama sepuluh tahun ini akan melibatkan Indonesian Heritage Agency dan Archaeological Survey of India (ASI). Fokus utama restorasi diarahkan pada 224 candi perwara, yaitu bangunan-bangunan kecil pendamping yang mengelilingi candi-candi utama Prambanan. Mengingat saat ini baru enam candi yang telah dipugar sepenuhnya dan 218 lainnya masih berupa reruntuhan, proyek ini menjadi pekerjaan anastilosis yang sangat kompleks karena melibatkan ribuan blok batu andesit yang tersebar serta memerlukan dokumentasi yang sangat teliti.
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menjelaskan bahwa program ini tidak hanya berfokus pada pemugaran fisik, tetapi juga menerapkan pendekatan ilmiah berbasis teknologi terkini. Langkah ini mencakup dokumentasi digital menggunakan LiDAR dan fotogrametri, penelitian arkeologis, kajian hidrologi dan geoteknik, hingga pemanfaatan kecerdasan artifisial (AI) untuk mendukung rekonstruksi digital. Tahap pertama akan dimulai di kuadran timur laut Kompleks Prambanan dengan menyasar 54 candi perwara sebagai model percontohan bagi tahapan konservasi selanjutnya.
Peninjauan langsung yang dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto bersama PM Narendra Modi di Kawasan Candi Prambanan menjadi simbol kuat komitmen kedua bangsa dalam melindungi warisan peradaban. Presiden Prabowo menyampaikan rasa terima kasih atas dukungan India dan berharap kolaborasi ini semakin mempererat persahabatan antara kedua rakyat. Senada dengan hal tersebut, PM Narendra Modi menyatakan harapannya agar kerja sama ini tidak hanya memperkuat hubungan diplomasi, tetapi juga menjadi jembatan dialog bagi masyarakat India dan Indonesia.
Proyek konservasi ini dipandang bukan sekadar upaya penyelamatan tinggalan arkeologis semata, melainkan bagian dari menjaga living heritage yang terus memberikan nilai bagi pendidikan, pariwisata, dan ekonomi kreatif nasional. Pemerintah berkomitmen penuh menjaga standar ilmiah, prinsip keaslian, dan integritas Prambanan sebagai situs Warisan Dunia UNESCO dalam setiap tahap pengerjaannya. Melalui kerja sama ini, Indonesia dan India optimis dapat mewariskan mahakarya arsitektur Hindu tersebut sebagai ruang pembelajaran serta simbol persahabatan abadi bagi generasi mendatang.
