
JAKARTA – Kementerian Pertanian (Kementan) terus berkomitmen memperkuat kedaulatan pangan nasional dengan mendorong akselerasi modernisasi di sektor pertanian. Langkah ini diambil guna memastikan target swasembada pangan tetap terjaga di tengah tantangan perubahan iklim dan dinamika kebutuhan pangan domestik yang terus meningkat.
Melalui rilis resminya pada Senin (5/1/2026), Kementan menegaskan bahwa penggunaan teknologi terbaru dan mekanisasi pertanian menjadi kunci utama untuk meningkatkan efisiensi serta volume produksi petani di seluruh Indonesia. Program modernisasi ini mencakup penyaluran alat mesin pertanian (alsintan) hingga penerapan sistem pertanian presisi berbasis digital.
Menteri Pertanian dalam keterangannya menyatakan bahwa modernisasi bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan untuk mengubah wajah pertanian Indonesia menjadi lebih produktif dan efisien. Fokus utama Kementan saat ini adalah mentransformasi lahan-lahan tradisional menjadi lahan produktif yang didukung infrastruktur teknologi memadai.
“Modernisasi pertanian adalah kunci bagi kita untuk mencapai dan menjaga swasembada pangan secara berkelanjutan. Dengan teknologi, biaya produksi bisa ditekan, hasil panen meningkat, dan daya saing petani kita pun semakin kuat,” ungkap pihak Kementan dalam keterangan resminya pada Senin (5/1/2026).
Pemerintah juga memberikan perhatian khusus pada regenerasi petani dengan mengajak generasi muda terlibat aktif melalui program petani milenial. Dengan dukungan alat mesin pertanian modern seperti combine harvester dan sistem irigasi otomatis, profesi petani diharapkan menjadi lebih menarik dan memiliki kepastian nilai ekonomi yang tinggi.
Selain alsintan, Kementan juga memperkuat basis data pertanian melalui digitalisasi guna memantau ketersediaan stok pangan di berbagai daerah secara real-time. Sinergi ini diharapkan dapat mencegah terjadinya kelangkaan komoditas pangan pokok di pasar domestik.
Implementasi kebijakan ini juga melibatkan kerja sama erat dengan pemerintah daerah dan para pemangku kepentingan di sektor pangan. Kementan optimis bahwa dengan dukungan anggaran dan fokus pada pembangunan infrastruktur pertanian modern, Indonesia mampu mempertahankan predikat swasembada pangan di masa depan.
Upaya modernisasi ini dinilai para pengamat sebagai langkah strategis yang tepat untuk memitigasi dampak El Nino maupun anomali cuaca lainnya yang sering mengganggu jadwal tanam. Dengan teknologi benih unggul dan mekanisasi, masa tanam bisa menjadi lebih fleksibel dan hasil produksi tetap stabil.
Pemerintah berharap seluruh program yang dicanangkan pada awal Januari 2026 ini dapat dirasakan manfaatnya secara langsung oleh jutaan petani di daerah, sehingga ketahanan pangan nasional bukan lagi sekadar target, melainkan realitas yang terjaga dengan kuat.