JAKARTA — Korps Lalu Lintas (Korlantas) Polri resmi memperluas jangkauan operasional edukasi keselamatan berkendara di seluruh wilayah Indonesia. Langkah taktis ini diimplementasikan guna mengonversi pola pelayanan lalu lintas agar bergerak ke ruang-ruang sosial yang jauh lebih dekat dengan aktivitas keseharian masyarakat.
Kakorlantas Polri, Irjen Pol. Drs. Agus Suryonugroho, S.H., M.Hum., menginstruksikan seluruh jajaran satuan lalu lintas kewilayahan untuk aktif menggelar forum komunikasi dua arah. Petugas kini masif menyambangi lingkungan sekolah, kampus universitas, pangkalan komunitas motor, hingga memaksimalkan ruang kreatif media sosial.
“Kami mengarahkan pelayanan lalu lintas agar tidak lagi berjarak dengan warga. Personel di lapangan hadir tidak hanya untuk melakukan penindakan kaku, melainkan membuka ruang dialog dan membangun pemahaman bersama,” urai Irjen Agus.
Gencarkan Mitigasi Pelanggaran Sejak Dini
Perluasan program sosialisasi ini difokuskan untuk memberikan literasi mendalam seputar bahaya fatalitas dari tindakan indisipliner di jalan raya, seperti melawan arus atau mengabaikan hak penyeberang jalan. Korlantas Polri menempatkan langkah edukasi pra-bencana ini sebagai pilar utama mitigasi menekan grafik kecelakaan maut.
Melalui konsistensi pergerakan di lapangan, Polantas menargetkan terciptanya perubahan cara pandang publik secara masif. Rambu lalu lintas diharapkan tidak lagi dipandang sebagai ornamen pemaksa, melainkan dipahami secara sadar sebagai instrumen pelindung nyawa bersama, demi terwujudnya iklim berkendara yang aman dan beradab.
