Retail
No Result
View All Result
Selasa, Juli 28, 2026
  • Login
  • BERANDA
  • ISTANA
  • LEMBAGA TINGGI
  • JAGA INDONESIA
  • KEMENTERIAN
Publikasi Pemerintah Untuk Masyarakat
No Result
View All Result

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis

by superadmin
18 Juni 2026
in Beranda, Berita Nasional
2 0
0
Presiden Prabowo Subianto dan Presiden Jerman Frank-Walter Steinmeier Sepakat Perkuat Kemitraan Strategis

JAKARTA — Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, dan Presiden Republik Federal Jerman, Frank-Walter Steinmeier, sepakat untuk memperkuat kemitraan strategis antara kedua negara. Langkah ini mencakup berbagai sektor prioritas, mulai dari ekonomi, investasi, transisi energi, hingga pengembangan sumber daya manusia.

Komitmen besar tersebut disampaikan langsung oleh Presiden Prabowo dalam pernyataan pers bersama. Pernyataan ini dirilis usai pertemuan bilateral kedua pemimpin negara di Istana Merdeka, Jakarta, pada Senin (15/6/2026).

YOU MAY ALSO LIKE

Presiden Prabowo Subianto Resmi Lantik Sudaryono Sebagai Kepala Badan Gizi Nasional

Perkuat Program Makan Bergizi Gratis, Badan Gizi Nasional Perkenalkan Lima Pejabat Baru

Gunakan Teknologi 3D Laser Scanner, Korlantas Polri Ungkap Fakta Kecelakaan Pantura

Jelang Penertiban 2027, Korlantas Polri Kedepankan Pendekatan Humanis Edukasi ODOL

Presiden Prabowo menegaskan bahwa kunjungan kenegaraan Presiden Steinmeier memiliki arti yang sangat penting. Pertemuan ini berlangsung di tengah dinamika politik global yang kian kompleks serta penuh dengan ketidakpastian.

Menurut analisis Kepala Negara, penguatan hubungan bilateral antara Indonesia dan Jerman menjadi langkah taktis yang sangat strategis. Langkah ini diperlukan untuk menjaga stabilitas kawasan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan.

“Kunjungan ini merupakan momentum yang sangat penting di tengah dinamika global yang semakin penuh ketidakpastian. Penguatan dan keberlanjutan kemitraan Indonesia dan Jerman menjadi prioritas bersama,” ujar Presiden Prabowo dengan tegas.

Menyongsong Peringatan 75 Tahun Hubungan Diplomatik

Presiden Prabowo juga menyoroti bahwa lawatan kenegaraan ini menjadi ketukan awal dari rangkaian peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia dan Jerman. Momen bersejarah tersebut dijadwalkan bakal diperingati secara resmi pada tahun 2027 mendatang.

Hubungan bilateral yang telah terjalin kokoh selama puluhan tahun itu dinilai semakin relevan untuk diperkuat. Indonesia ingin memperluas portofolio kerja sama yang saling menguntungkan (win-win solution) bagi kedua belah pihak.

Dalam pertemuan bilateral formal tersebut, kedua pemimpin negara membahas secara mendalam berbagai peluang perluasan kerja sama. Pembahasan berfokus di bidang ekonomi, investasi makro, transisi energi, ketahanan energi nasional, pendidikan vokasi, serta sektor ketenagakerjaan.

Presiden Prabowo secara khusus menegaskan pentingnya penguatan hubungan ekonomi antara Indonesia dan Uni Eropa. Salah satu fokus utamanya adalah mendorong percepatan penyelesaian draf Indonesia-European Union Comprehensive Economic Partnership Agreement (IEU-CEPA).

“Kami berharap Jerman dapat terus memainkan peran aktif dalam proses finalisasi perjanjian di tingkat Uni Eropa sehingga manfaatnya dapat segera dirasakan oleh dunia usaha dan masyarakat di kedua negara,” terang Presiden Prabowo.

Undangan Investasi Semikonduktor hingga Rantai Pasok Mineral Kritis

Di bidang investasi langsung, Presiden Prabowo secara terbuka mengundang pemerintah dan korporasi Jerman untuk memperluas ekspansi bisnis mereka di berbagai sektor strategis nasional. Peluang kerja sama ini terbuka lebar pada sektor transisi energi terbarukan, hilirisasi komoditas industri, pengembangan ekosistem kendaraan listrik (electric vehicle), industri semikonduktor, hingga pembangunan infrastruktur konektivitas.

Selain itu, Presiden Prabowo juga menawarkan peluang kolaborasi yang menjanjikan dalam pengembangan rantai pasok mineral kritis (critical minerals) serta tanah jarang (rare earth). Komoditas ini merupakan komponen paling penting dalam transformasi industri teknologi global saat ini.

“Kami mengundang Jerman untuk ikut berpartisipasi dalam pengembangan rantai pasok mineral kritis dan tanah jarang, termasuk dalam berbagai proyek pembangunan infrastruktur di Indonesia,” ungkap Presiden Prabowo menjabarkan potensi sumber daya alam nasional.

Presiden Prabowo turut menyambut baik berbagai program kerja sama ekonomi bilateral yang telah berjalan sukses di lapangan. Beberapa di antaranya adalah program Competitiveness Industrial Modernization and Trade Acceleration (CITA) serta program Partnering in Business with Germany yang fokus mendukung pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ia juga mengumumkan kabar penting bahwa Indonesia akan resmi menjadi tuan rumah penyelenggaraan Joint Economic and Investment Committee (JEIC) kedua pada tahun berjalan ini.

Pengiriman Perawat Profesional Lewat Skema Global Skills Partnership

Beralih ke sektor ketenagakerjaan, Presiden Prabowo memberikan apresiasi yang tinggi atas penandatanganan dokumen Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan. Menurutnya, kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam mendongkrak kualitas sumber daya manusia nasional.

Program ini juga membuka keran peluang kerja yang jauh lebih luas bagi para tenaga kesehatan profesional asal Indonesia untuk berkarier di Eropa. Indonesia juga berambisi memperluas penyerapan tenaga kerja di sektor industri teknologi tinggi (high-tech) Jerman.

“Indonesia sangat mengapresiasi penandatanganan Letter of Intent mengenai Global Skills Partnership di bidang keperawatan. Kami juga ingin memperluas peluang kerja bagi tenaga kerja Indonesia di Jerman, termasuk pada sektor-sektor teknologi tinggi,” tutur Presiden.

Selain membedah isu ekonomi dan investasi, kedua kepala negara juga saling bertukar pandangan mengenai dinamika geopolitik global. Presiden Prabowo menegaskan bahwa Indonesia dan Jerman memiliki kesamaan pandangan fundamental bahwa segala bentuk konflik internasional wajib diselesaikan melalui meja dialog, jalur diplomasi, serta penguatan kerja sama multilateral.

Menutup keterangannya, Presiden Prabowo kembali menekankan betapa pentingnya peran strategis Jerman dan Uni Eropa dalam menjaga stabilitas keamanan global. Hubungan kemitraan ini diharapkan terus berkembang kuat di masa depan.

“Saya meyakini Jerman perlu memainkan peran yang lebih aktif dan lebih penting di tingkat global. Indonesia membutuhkan kemitraan yang kuat dengan Jerman dan Uni Eropa. Kunjungan Presiden Steinmeier kali ini menjadi bukti bahwa hubungan tersebut sangat penting dan akan terus diperkuat di masa depan,” pungkas Presiden Prabowo mengakhiri penjelasannya.

Tags: Hubungan RI JermanInvestasi StrategisIstana MerdekaPrabowo Steinmeier
Share2Tweet2SendShareShare

Pencarian

No Result
View All Result
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Citizen Journalism

© 2020 - © Copyright humasRI Team All Rights Reserved .

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • ISTANA
  • LEMBAGA TINGGI
  • JAGA INDONESIA
  • KEMENTERIAN

© 2020 - © Copyright humasRI Team All Rights Reserved .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?