Guna mengurangi beban trauma terdampak Covid-19, Kepolisian Daerah (Polda Kalsel) Kalsel memberikan layanan dukungan psikososial kepada anak terdampak Covid-19 dan penyandang disabilitas.
Pada Selasa (11 Februari 2021), Zoom Conference WITA yang diselenggarakan pada 45 September oleh Kapolri dan Panglima TNI memberikan asuhan psikososial bagi anak dan penyandang disabilitas terdampak COVID-19 berupa pendampingan dan penyuluhan psikologis.
Acara juga digelar di Aula Matilda Bartleri Polres Kalsel (Kalsel), Kabag Sosial, Ketua Perwakilan HIMPSI Kalsel, Perwakilan PT Jhonlin Group dan Ketua PT Hasnur kelompok.
Menurut Pol Drs, Kapolres Kalsel. Rikwanto, S.H., M.Humph. Melalui Brigjen Mohamad Agung Budijono, Wakapolda Kalsel, SIK, Magister Sains, perubahan kondisi sehari-hari sebelum dan selama pandemi Covid-19 telah menimbulkan duka, kecemasan, bahkan stres anak-anak kecil yang terkena dampak Covid-19. Kelompok paling rentan.
Terkait hal tersebut, Polda Kalsel bekerjasama dengan Kementerian Sosial, Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI), dan PT. Jhonlin Group dan PT. Hasnur Group bekerjasama dengan 60 anak, diantaranya 35 anak terdampak Covid-19, 15 anak terdampak banjir, dan 10 anak disabilitas, memberikan tali kasih sayang dan fasilitas kontak berupa perlengkapan sekolah dan perlengkapan perjanjian kesehatan.
Selain itu, 53 orang tua diberikan pembekalan dan terapi kelompok untuk berbagi pengalaman dan saling meningkatkan harapan.
Dalam pertemuan itu, PT Jhonlin Group dan PT Hasnur Group memberikan beasiswa pendidikan kepada anak-anak yang tidak mampu dan penyandang disabilitas terdampak Covid-19, kemudian Kapolres Kalsel memberikan kontak kepada perwakilan melalui Wakapolda Selatan.
Kalimantan Fasilitas untuk anak-anak terdampak Covid-19 dan difabel. Perwakilan PT Jhonlin Group dan PT Hasnur Group menyatakan siap membantu orang tua angkat untuk memenuhi kebutuhan anaknya hingga pendidikan SMA. “Untuk bos, sahabat atau orang tua asuh tidak perlu khawatir ada yang ketinggalan, kami akan bantu,” sambungnya.
