Retail
No Result
View All Result
Senin, Maret 16, 2026
  • Login
  • BERANDA
  • ISTANA
  • LEMBAGA TINGGI
  • JAGA INDONESIA
  • KEMENTERIAN
Publikasi Pemerintah Untuk Masyarakat
No Result
View All Result

Satgas Tinombala Kini Berubah Jadi Operasi Madago Raya, Ini Alasan Polri

by admin
18 Februari 2021
in Humas.polri.go.id
7 1
0
Satgas Tinombala Kini Berubah Jadi Operasi Madago Raya, Ini Alasan Polri

YOU MAY ALSO LIKE

Lambang Polwan Disahkan Tahun 1986, Ini Makna Bunga Matahari Sampai Esthi Bhakti Warapsari

Pelatihan MediaHub Polri 2023: Ketika Opini Menjadi Komoditi

Mempermudah Jurnalis, Copywriter, dan Content Creator: MediaHUB Polri sebagai Sumber Konten Berkualitas tentang Polisi Indonesia

Kapolri Perintahkan Anggota Kawal Demo 11 April dengan Humanis

JAKARTA – Polri mengubah nama Operasi Tinombala menjadi Operasi Madago Raya. Operasi Tinombala merupakan satgas yang mengejar daftar pencarian orang (DPO) dari kelompok Mujahidin Indonesia Timur (MIT) di Sulawesi Tengah.

“Operasi Nemangkawi dan Operasi Tinombala 2020 yang sekarang sudah berubah, menjadi sandinya yaitu menjadi Operasi Madago Raya. Ini mohon mulai disosialisasikan, jadi tidak ada lagi Operasi Tinombala, tapi Madago Raya,” ujar Asops Kapolri Irjen Imam Sugianto dalam Rapim Polri 2021 di Mabes Polri, Rabu (17/2/2021).

Madago Raya sendiri diambil dari bahasa Poso. Secara umum, arti dari ‘Madago Raya’ adalah baik hati dan dekat dengan masyarakat.

Adapun masa tugas Operasi Madago Raya berlangsung sejak 1 Januari 2021 hingga 31 Maret 2021. Biasanya, operasi ini akan terus diperpanjang selama 3 bulan hingga seluruh DPO MIT tertangkap.

Selain itu, irjen Imam menyinggung Operasi Nemangkawi yang harus dikelola dengan baik.

“Kemudian Nemangkawi juga demikian, ini mohon betul-betul dikelola dengan baik. Dalam penyusunan Operasi Nemangkawi tahun yang lalu di akhir tahun, mohon pak intelkam dengan jajaran direktur intel, terutama menyelenggarakan operasi atau mengoptimalkan satgas nusantara untuk mengelola kelompok AMP (Aliansi Mahasiswa Papua),” tuturnya.

“Artinya kelompok mahasiswa yang ada terpetakan kalau nggak salah di 14 wilayah yang ada di republik ini betul-betul mereka dilakukan operasi penggalangan sehingga betul-betul bisa kita lemahkan dukungannya mereka kepada niat-niat yang akan digulirkan di Papua. Terutama tahun ini, agenda yang masih mengemuka yaitu mogok nasional. Itu yang akan berakhirnya di November nanti otonomi khusus tahap pertama yang akan diperpanjang yang mereka sudah membuka rencana kegiatan imbangan di mogok nasional,” sambungnya.

Tags: DIVHUMAS
Share8Tweet5SendShareShare1

Pencarian

No Result
View All Result
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Citizen Journalism

© 2020 - © Copyright humasRI Team All Rights Reserved .

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • ISTANA
  • LEMBAGA TINGGI
  • JAGA INDONESIA
  • KEMENTERIAN

© 2020 - © Copyright humasRI Team All Rights Reserved .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?