JAKARTA – Nama Sri Mulyani Indrawati tetap menjadi sorotan publik meski dirinya telah resmi purna tugas dari jabatan Menteri Keuangan Republik Indonesia. Setelah digantikan oleh Purbaya Yudhi Sadewa pada September 2025, Sri Mulyani justru memperluas jangkauan kariernya ke panggung filantropi dan akademisi internasional di awal tahun 2026.
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini membuktikan bahwa kapasitasnya sebagai pakar ekonomi makro tetap dibutuhkan oleh dunia. Saat ini, Sri Mulyani resmi bergabung dengan dua institusi elit global: Gates Foundation dan Oxford University.
Peran Strategis di Gates Foundation Milik Bill Gates
Pada Januari 2026, yayasan amal terbesar di dunia, Gates Foundation, menunjuk Sri Mulyani sebagai salah satu anggota dewan pengurus. Yayasan yang didirikan oleh Bill Gates dan Melinda French Gates ini berfokus pada penyelesaian masalah kemanusiaan di negara-negara berkembang.
Penunjukan Sri Mulyani terjadi di saat yang krusial. Ia bertugas mendampingi Bill Gates dalam mengelola dana abadi yayasan dengan fokus pada tiga agenda besar:
-
Kesehatan Ibu dan Anak: Menghilangkan kematian ibu dan bayi yang dapat dicegah melalui sistem kesehatan terpadu.
-
Pemberantasan Penyakit: Melindungi generasi masa depan dari ancaman penyakit menular yang mematikan.
-
Transformasi Ekonomi: Mengangkat jutaan populasi dunia dari garis kemiskinan menuju kemakmuran yang berkelanjutan.
Bergabungnya Sri Mulyani dalam jajaran dewan bersama tokoh seperti Ashish Dhawan dan Mark Suzman memberikan dimensi baru bagi kebijakan ekonomi filantropi yayasan tersebut.
Menjadi World Leaders Fellow di Oxford University
Selain aktif di bidang sosial, Sri Mulyani juga kembali ke dunia pendidikan. Ia bergabung dengan Blavatnik School of Government, Oxford University, Inggris, sebagai World Leaders Fellow untuk periode 2026.
Program ini merupakan wadah eksklusif bagi para pemimpin dunia yang telah menyelesaikan tugas di pemerintahan untuk bertukar pikiran dengan akademisi. Di Oxford, Sri Mulyani memiliki peran penting:
-
Berbagi Pengalaman: Memberikan kuliah dan mentor bagi mahasiswa serta alumni mengenai kepemimpinan publik.
-
Diskusi Kebijakan: Berinteraksi dengan para pemimpin global saat ini dalam mencari solusi atas krisis ekonomi dunia.
-
Riset Ekonomi: Memberikan perspektif baru dalam pengelolaan kebijakan fiskal yang inklusif.
Sejarah Karier Sri Mulyani: Menkeu Wanita Terlama
Rekam jejak Sri Mulyani Indrawati di Indonesia mencatatkan sejarah panjang selama 14 tahun. Ia menjabat sebagai Menteri Keuangan di bawah tiga kepemimpinan presiden: Susilo Bambang Yudhoyono, Joko Widodo, dan Prabowo Subianto.
Gelar Ph.D of Economics yang diraihnya dari University of Illinois Urbana Champaign menjadi modal kuat bagi Sri Mulyani dalam menjaga stabilitas ekonomi Indonesia selama lebih dari satu dekade. Keberaniannya dalam mereformasi birokrasi dan menjaga disiplin fiskal membuatnya dihormati sebagai salah satu Menteri Keuangan terbaik di Asia.
Kini, dengan peran barunya di Gates Foundation dan Oxford, Sri Mulyani terus membawa nama baik Indonesia dalam memandu arah kebijakan kesejahteraan global.
