Retail
No Result
View All Result
Senin, Mei 11, 2026
  • Login
  • BERANDA
  • ISTANA
  • LEMBAGA TINGGI
  • JAGA INDONESIA
  • KEMENTERIAN
Publikasi Pemerintah Untuk Masyarakat
No Result
View All Result

Wamenkum: Polantas Representasi Negara Terdekat dengan Masyarakat

by superadmin
24 April 2026
in Beranda, Berita Nasional
1 0
0
Wamenkum: Polantas Representasi Negara Terdekat dengan Masyarakat

SEMARANG — Wakil Menteri Hukum (Wamenkum) RI, Prof. Edward Omar Sharif Hiariej, menegaskan bahwa Korlantas Polri merupakan wajah institusi negara yang paling sering bersentuhan langsung dengan warga. Hal tersebut menuntut setiap personel di lapangan untuk senantiasa mencerminkan profesionalisme yang dibalut dengan empati.

Pernyataan ini disampaikan Prof. Eddy dalam agenda Analisis dan Evaluasi (Anev) Operasi Ketupat 2026 yang berlangsung di Hotel Padma, Semarang, Kamis (23/4/2026). “Polisi lalu lintas adalah representasi negara yang paling dekat dengan masyarakat. Cara bertindak di lapangan akan sangat menentukan tingkat kepercayaan publik,” ujarnya.

YOU MAY ALSO LIKE

Bukan Sekadar Seremonial, AI Influencer Renjani Nyrah Bedah Isu Lingkungan di Podcast Qudoin

Rekor Mudik Tertinggi Sepanjang Sejarah Berhasil Dikendalikan, Ini Penjelasan Kakorlantas

Angka Fatalitas Turun 31 Persen, Irjen Agus Suryonugroho: Ini Keberhasilan Bersama Media

Transformasi Polantas: Mengubah Kepatuhan Karena Takut Menjadi Kesadaran Mandiri

Mengedepankan Keadilan Restoratif

Seiring dengan berlakunya paket undang-undang pidana terbaru, Prof. Eddy menekankan pentingnya perubahan paradigma dalam penegakan hukum lalu lintas. Ia mengingatkan bahwa undang-undang lalu lintas pada hakikatnya adalah hukum administrasi. Oleh karena itu, sanksi pidana seharusnya menjadi langkah terakhir (ultimum remedium).

“Penegakan hukumnya harus mengedepankan sanksi administratif terlebih dahulu. Pidana adalah langkah terakhir,” tutur Prof. Eddy di hadapan jajaran Dirlantas se-Indonesia.

Lebih jauh, ia menyoroti penerapan keadilan restoratif (restorative justice) dalam menangani perkara kecelakaan lalu lintas. Menurutnya, selama sebuah peristiwa terjadi karena kealpaan atau kelalaian—bukan kesengajaan—maka ruang dialog untuk penyelesaian secara damai harus dibuka lebar, meskipun ancaman pidananya di atas lima tahun.

Cermat dalam Menilai Peristiwa

Wamenkum juga berpesan agar aparat penegak hukum mampu membedakan secara cermat antara kecelakaan murni dan kecelakaan akibat kelalaian. Ia menilai tidak adil jika seseorang yang berada di posisi benar namun tidak mampu menghindari tabrakan akibat pelanggaran pihak lain, langsung dibebankan pertanggungjawaban pidana.

“Tidak ada orang yang sengaja mengalami kecelakaan. Sepanjang itu terjadi karena kelalaian, maka ruang untuk penyelesaian secara restoratif harus dibuka,” pungkasnya.

Agenda Anev ini dibuka oleh Kakorlantas Polri Irjen Agus Suryonugroho dan dihadiri oleh jajaran penting lainnya, termasuk Menhub Dudy Purwagandhi serta para pimpinan BUMN transportasi. Kehadiran para pakar dan akademisi hukum dalam forum ini diharapkan mampu memperkuat landasan hukum Korlantas dalam memberikan pelayanan yang lebih adil dan manusiawi bagi pengguna jalan di masa depan.

Tags: Kakorlantas PolriMudik Aman LancarOperasi Ketupat 2026
Share1Tweet1SendShareShare

Pencarian

No Result
View All Result
  • Kode Etik Jurnalistik
  • Kebijakan Privasi
  • Tentang Kami
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber
  • Citizen Journalism

© 2020 - © Copyright humasRI Team All Rights Reserved .

No Result
View All Result
  • BERANDA
  • ISTANA
  • LEMBAGA TINGGI
  • JAGA INDONESIA
  • KEMENTERIAN

© 2020 - © Copyright humasRI Team All Rights Reserved .

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

Are you sure want to unlock this post?
Unlock left : 0
Are you sure want to cancel subscription?